Penelitian ini menguji pengaruh kinerja keuangan yang diproksikan melalui Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) terhadap jumlah pengungkapan Sustainable Development Goals (SDGs) pada perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2023-2024. Populasi penelitian mencakup 901 perusahaan tercatat. Dengan menggunakan metode non-probability sampling melalui teknik purposive sampling, penelitian ini memilih perusahaan yang menerbitkan laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan yang memuat informasi terkait SDGs. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 245 perusahaan dengan total 411 observasi perusahaan-tahun. Pengungkapan SDGs diukur melalui content analysis dengan pendekatan skor biner pada masing-masing dari 17 tujuan SDGs, sehingga menghasilkan variabel dependen berbentuk count data. Data dianalisis menggunakan regresi Poisson sebagai model utama karena variabel dependen berupa count data. Selain itu, regresi Ordinary Least Squares (OLS) dengan robust standard errors digunakan sebagai robustness check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan ROE hanya signifikan pada model utama, namun tidak signifikan pada robustness check maupun uji sensitivitas melalui winsorizing dan pengeluaran observasi ekstrem. Temuan ini mengindikasikan bahwa hubungan antara profitabilitas dan luas pengungkapan SDGs bersifat lemah dan tidak robust. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai praktik pelaporan keberlanjutan dalam konteks perusahaan publik di Indonesia.
Copyrights © 2026