Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sistem Manajemen Lingkungan, Dewan Komisaris Independen, dan Kinerja Lingkungan terhadap Environmental Disclosure dengan Profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur sektor Basic Materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, laporan keuangan, dan data Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan 44 perusahaan dengan 133 unit analisis. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan software EViews 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Manajemen Lingkungan yang diproksikan dengan sertifikasi ISO 14001 tidak berpengaruh signifikan terhadap Environmental Disclosure. Sebaliknya, Dewan Komisaris Independen dan Kinerja Lingkungan yang diukur melalui peringkat PROPER berpengaruh positif signifikan terhadap Environmental Disclosure. Pengujian moderasi menunjukkan bahwa Profitabilitas mampu memperkuat pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Environmental Disclosure, namun memperlemah pengaruh Sistem Manajemen Lingkungan dan Dewan Komisaris Independen terhadap Environmental Disclosure. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas tata kelola dan kinerja lingkungan aktual merupakan faktor yang lebih menentukan dalam meningkatkan transparansi lingkungan dibandingkan kepemilikan sertifikasi lingkungan formal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur mengenai determinan Environmental Disclosure pada perusahaan sektor Basic Materials di Indonesia.
Copyrights © 2026