Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi praktik tax avoidance pada perusahaan sebagai bentuk strategi pengelolaan beban pajak yang dapat berdampak terhadap kepatuhan perpajakan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan leverage terhadap tax avoidance dengan sales growth sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 17 perusahaan dan 85 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) serta pengujian asumsi klasik menggunakan EViews 13, dengan Random Effect Model (REM) sebagai model estimasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance, sedangkan likuiditas dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Selain itu, sales growth terbukti mampu memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap tax avoidance, namun tidak mampu memoderasi pengaruh likuiditas dan leverage terhadap tax avoidance. Secara simultan, profitabilitas, likuiditas, leverage, dan sales growth sebagai variabel moderasi berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 17,87%. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa tingkat profitabilitas dan pertumbuhan penjualan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam memahami kecenderungan perusahaan melakukan strategi penghindaran pajak.
Copyrights © 2026