Kemampuan numerasi merupakan kompetensi dasar yang penting dimiliki peserta didik untuk memahami, menggunakan, dan menginterpretasikan informasi kuantitatif dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan numerasi peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan berbagai hasil asesmen nasional dan internasional. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam penguatan kemampuan numerasi peserta didik sekolah dasar, meliputi strategi pembelajaran yang diterapkan guru, dampaknya terhadap kemampuan numerasi peserta didik, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru kelas V, peserta didik, dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap kemampuan numerasi peserta didik, yang ditunjukkan oleh meningkatnya kemampuan memahami konsep matematika, menyelesaikan masalah kontekstual, menginterpretasikan data sederhana, serta mengomunikasikan proses penyelesaian masalah. Strategi yang digunakan guru meliputi pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, penggunaan media konkret, pembelajaran berdiferensiasi, dan pembelajaran berbasis proyek. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan peserta didik, keterbatasan sarana, alokasi waktu, dan dukungan orang tua.
Copyrights © 2026