Abstrak: LPKA Kelas I Blitar menghadapi permasalahan rendahnya social awareness anak binaan yang ditunjukkan melalui perilaku menyimpang dan konflik sosial. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan program “Social Room” berbasis social-cycle method yang diintegrasikan dengan Teori Ekologi Bronfenbrenner dan indikator social awareness. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 8 pengurus LPKA dan 30 anak binaan. Evaluasi dilakukan melalui angket pretest dan posttest berdasarkan indikator empati, kesadaran berorganisasi, dan kemampuan mengenal satu sama lain. Hasil menunjukkan peningkatan skor empati dari 44 menjadi 89, kesadaran berorganisasi dari 46 menjadi 90, serta kemampuan mengenal satu sama lain dari 40 menjadi 91. Selain itu, penerapan Gradual Release of Responsibility (GRR) meningkatkan kemampuan pengurus dalam menjalankan program secara mandiri dan berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Kerja Lapas (KAPAS).Abstract: LPKA Class I Blitar faces low social awareness among juvenile inmates, reflected in deviant behavior and social conflicts. To address this issue, the “Social Room” program was developed using the social-cycle method integrated with Bronfenbrenner’s Ecological Theory and social awareness indicators. This study employed Participatory Action Research (PAR) involving 8 LPKA officers and 30 juvenile inmates. Evaluation was conducted through pretest and posttest questionnaires based on empathy, organizational awareness, and interpersonal recognition indicators. The results showed improvements in empathy scores from 44 to 89, organizational awareness from 46 to 90, and the ability to recognize one another from 40 to 91. In addition, the Gradual Release of Responsibility (GRR) approach improved officers’ ability to independently sustain the program through the establishment of the Kelompok Kerja Lapas (KAPAS).
Copyrights © 2026