Kecerdasan Intelektual anak Indonesia hanya mencapai angka 78,49 menurut data milik World Population Review 2022, dan menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) WHO, data ASI eksklusif usia 0-5 bulan di Indonesia pada 2022 di Indonesia masih rendah hanya 52,5% dari jumlah populasi anak, padahal ASI merupakan faktor nutrisi utama yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang fisik dan kecerdasannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana peranan ibu dalam mencerdaskan anak melalui pemberian ASI, apa faktor utama yang pendorong ibu memberikan ASI kepada anak-nya dan apakah ASI penentu kecerdasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif teoritik atau Library research, dengan metode kajian penelitian studi pustaka dari buku-buku, artikel dan jurnal, observasi, wawancara terhadap ibu, guru-guru dan anak Hasil penelitian di TPA AL Ikhlas Jakarta Utara ditemukan bahwa peranan utama ibu dalam membangun kecerdasan anak adalah memberikan ASI Eksklusif minimal 6 bulan dilanjutkan dengan MPASI selama 2 tahun. Faktor pendorong utama ibu memberikan, karena ibu ingin melaksanakan perintah Allah dan faktor kesehatan. Pada penelitian ini ditemukan ada keterkaitan yang kuat antara kecerdasan emosianal dan sosial pada anak dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif minimal 6 bulan, anak yang tidak diberi ASI mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi dibandingkan dengan yang lainnya.. Kesimpulan bahwa keyakinan kepada perintah Allah dan pengetahuan tentang ASI, merupakan pendorong yang kuat untuk Ibu melaksanakan perannya memberikan ASI Eksklusif 6 bulan.dan bukan hanya ASI sebagai penentu kecerdasan anak, akan tetapi dipengaruhi oleh hal lainnya. Saran kepada pemerintah untuk meninjau ulang cuti hamil melahirkan, agar ibu dapat memberikan ASI Eksklusif 6 bulan.
Copyrights © 2026