Kegagalan mesin kapal yang tidak terdeteksi dini merupakan penyebab 28% insiden di laut menurut data IACS (2022), dengan biaya perbaikan darurat rata-rata 3–8× lebih tinggi dibandingkan perawatan terencana. Penelitian ini menyajikan perancangan dan implementasi prototipe sistem monitoring mesin kapal berbasis Internet of Things (IoT) dengan arsitektur 4-tier yang mengintegrasikan lapisan persepsi sensor, jaringan komunikasi ganda (WiFi 802.11n + LoRaWAN sebagai backup), edge computing, dan cloud analytics. Kebaruan penelitian mencakup: (1) implementasi algoritma deteksi anomali Isolation Forest + Gaussian Mixture Model (GMM) pada edge node (Raspberry Pi 4) yang mampu memproses data 8 sensor secara simultan dengan latensi median 11,5 ms; (2) strategi komunikasi adaptif dual-channel dengan failover otomatis dari WiFi ke LoRaWAN; (3) validasi akurasi sensor terhadap instrumen referensi kalibrasi (RMSE suhu = 0,724°C, RMSE tekanan = 0,048 bar); dan (4) analisis komprehensif keandalan sistem selama 40 minggu pengujian lapangan (rata-rata uptime = 99,12%). Prototipe diuji pada kapal motor diesel dengan 8 parameter mesin: suhu, tekanan oli, getaran, RPM, flow bahan bakar, kualitas oli, dan knock sensor. Sistem berhasil mendeteksi 3 insiden anomali nyata dengan precision = 91,3%, recall = 87,6%, F1 = 89,4%, dan AUC-ROC = 0,953. Analisis biaya-manfaat menunjukkan payback period 1,2 tahun dengan penghematan bersih IDR 52 juta/tahun.
Copyrights © 2024