Riset ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam membentuk pemahaman mahasiswa terhadap akuntansi keuangan, dengan menjadikan critical thinking sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui teknik Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 193 mahasiswa S-1 Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajayana yang berada pada semester 5 ke atas dan telah menyelesaikan mata kuliah Akuntansi Keuangan 1, 2, dan 3, dengan teknik purposive sampling. Temuan riset mengungkapkan bahwa: (1) kecerdasan emosional memberikan kontribusi positif yang bermakna secara langsung terhadap pemahaman akuntansi keuangan; (2) kecerdasan spiritual juga menunjukkan pengaruh positif yang signifikan; (3) kecerdasan emosional tidak terbukti memengaruhi critical thinking secara signifikan; (4) sebaliknya, kecerdasan spiritual memiliki daya dorong yang kuat terhadap critical thinking; serta (5) critical thinking hanya mampu memediasi jalur antara kecerdasan spiritual dan pemahaman akuntansi, bukan jalur kecerdasan emosional. Implikasi dari riset ini menekankan urgensi pengintegrasian latihan berpikir kritis dan penanaman nilai-nilai spiritual ke dalam kurikulum guna mengoptimalkan pemahaman mahasiswa di bidang akuntansi keuangan.
Copyrights © 2026