Limbah kulit pisang merupakan salah satu limbah organik yang masih memiliki kandungan serat dan nutrisi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kulit pisang yang menghasilkan nugget dengan karakteristik terbaik berdasarkan uji organoleptik. Penelitian menggunakan empat jenis kulit pisang, yaitu kulit pisang awak, raja, kepok, dan susu. Proses pembuatan nugget meliputi tahap pemilihan bahan baku, pencucian, perebusan, penghalusan, pencampuran bahan, pengukusan, pelapisan dengan tepung panir, dan penggorengan. Penilaian kualitas produk dilakukan melalui uji organoleptik terhadap parameter tekstur, aroma, rasa, dan warna menggunakan skala hedonik dengan enam orang panelis. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nugget berbahan kulit pisang kepok (sanggar) memperoleh nilai organoleptik tertinggi dengan rata-rata 4,42 (sangat disukai), diikuti oleh kulit pisang awak dengan nilai rata-rata 4,08 (disukai). Sementara itu, nugget berbahan kulit pisang raja dan kulit pisang susu memperoleh nilai rata-rata masing-masing sebesar 3,42 dan 3,29 (cukup disukai). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kulit pisang kepok dan kulit pisang awak memiliki potensi terbaik sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan nugget karena menghasilkan tekstur, aroma, rasa, dan warna yang lebih disukai oleh panelis.
Copyrights © 2026