Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan stres pada Generasi Z. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 384 orang berusia 14–27 tahun menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Dispositional Resilience Scale A Short hardiness Scale (DRS-15) yang diadopsi dari Maeshade et al., (2022) yang disusun oleh (P. Bartone, 2019) berdasarkan aspek-aspek hardiness menurut (Kobasa, 1979) untuk mengukur hardiness selanjutnya skala Depression Anxiety Stress Scales 42 (DASS 42) yang diadopsi dari Yuliansyah (2021) berdasarkan aspek-aspek Lovibond dan Lovibond (1995) untuk mengukur stres. Teknik analisis data yang digunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistic 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dan stres pada Generasi Z (r = -0,343; p < 0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak artinya terdapat hubungan antara hardiness dengan stres pada Gen Z, semakin tinggi tingkat hardiness maka semakin rendah tingkat stres yang dirasakan.
Copyrights © 2026