Abstrak Pesatnya teknologi mendorong pelaku UMKM mengadopsi sistem pembayaran digital QRIS demi meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Penelitian kualitatif berdesain studi kasus ini bertujuan menganalisis perbedaan kinerja antara UMKM pengguna dan non-pengguna QRIS di Kota Surakarta. Informasi diperoleh dari enam pemilik usaha melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dan divalidasi via triangulasi. Temuan mengindikasikan bahwa QRIS mempercepat transaksi, memangkas antrean, dan mempermudah pembukuan lewat riwayat otomatis. Sementara itu, kendala non-pengguna meliputi minimnya pemahaman teknologi, dominasi preferensi tunai, ketakutan akan potongan biaya, serta koneksi internet yang tak stabil. Disimpulkan bahwa keunggulan QRIS sangat mendominasi dalam melepaskan keterbatasan operasional usaha. Sinergi pemerintah dan lembaga keuangan melalui sosialisasi, pelatihan intensif, serta perbaikan infrastruktur sangat diperlukan untuk mempercepat digitalisasi UMKM. Kata kunci: transformasi digital, QRIS, UMKM, pembayaran digital
Copyrights © 2026