Language development problems in early childhood are often related to a lack of environmental stimulation, one of which is due to the high duration of screen time. This study aims to reduce the duration of screen time in children with language development barriers through the application of Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) and antecedent control techniques. DRA intervention is carried out by providing alternative activities such as games and direct interaction as a substitute for screen time, while antecedent control is carried out by regulating the environment and setting rules for the use of digital devices by the participants' parents. The method used is a case study with a behavioral intervention approach, involving assessment through observation, interviews, VSMS, and Binet tests to obtain a comprehensive picture of the client's condition. The intervention was carried out for 10 sessions with a duration of 60 minutes. Participants were girls aged 3 years and 9 months with language development barriers. The results showed that the implementation of DRA and antecedent control was a decrease in the duration of screen time from an average of 4 hours to 2 hours per day, followed by increased compliance with digital device use rules by participants' parents. Abstrak Permasalahan perkembangan bahasa pada anak usia dini seringkali berkaitan dengan kurangnya stimulasi lingkungan, salah satunya akibat tingginya durasi penggunaan perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan durasi screen time pada anak dengan hambatan perkembangan bahasa melalui penerapan teknik Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) dan antecedent control. Intervensi DRA dilakukan dengan memberikan aktivitas alternatif seperti permainan dan interaksi langsung sebagai pengganti screen time, sedangkan antecedent control dilakukan dengan mengatur lingkungan serta menetapkan aturan penggunaan perangkat digital oleh orang tua partisipan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan intervensi perilaku, melibatkan asesmen melalui observasi, wawancara, VSMS, dan tes Binet untuk memperoleh gambaran menyeluruh kondisi partisipan. Intervensi dilakukan selama 10 sesi dengan durasi 60 menit. Partisipan merupakan anak perempuan usia 3 tahun 9 bulan dengan hambatan perkembangan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode penerapan DRA dan antecedent control terjadi penurunan durasi screen time pada partisipan dari rata-rata 4 jam menjadi 2 jam per hari, diikuti dengan meningkatnya kepatuhan terhadap aturan penggunaan perangkat digital oleh orang tua partisipan.
Copyrights © 2026