Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika negosiasi identitas religius Generasi Z di Aceh dalam menghadapi interaksi antara nilai-nilai Syariat Islam dan pengaruh budaya digital global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosiohumaniora. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap generasi muda yang aktif menggunakan media sosial, observasi sosial, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z di Aceh mengalami proses negosiasi identitas religius yang kompleks. Di satu sisi, mereka berada dalam struktur sosial yang menuntut kepatuhan terhadap norma Syariat Islam sebagai identitas kolektif masyarakat Aceh. Namun di sisi lain, paparan budaya digital global melalui media sosial memperkenalkan nilai-nilai baru yang lebih individualistik dan ekspresif. Penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut tidak semata-mata mencerminkan krisis identitas religius, tetapi juga proses transformasi identitas religius generasi muda dalam konteks masyarakat digital
Copyrights © 2026