Abstrak . Pengembangan strategi bisnis untuk UMKM kuliner tradisional sangat penting di tengah meningkatnya persaingan dan perubahan perilaku konsumen di era digital. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal UMKM Keripik Tempe Bu Damilah dan merumuskan strategi untuk meningkatkan pendapatan dan daya saing melalui promosi digital dan diversifikasi produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik usaha, karyawan, dan konsumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang dikombinasikan dengan analisis SWOT kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi digital melalui TikTok, Instagram, dan Google Maps meningkatkan kesadaran konsumen dan menarik pelanggan baru, meskipun pengelolaannya masih belum konsisten. Diversifikasi ukuran kemasan dianggap lebih tepat daripada menambahkan varian rasa baru karena dapat memperluas segmen pasar tanpa menghilangkan identitas produk. Studi ini menyiratkan bahwa promosi digital yang konsisten dan inovasi kemasan dapat menjadi strategi realistis untuk memperkuat daya saing UMKM tradisional. Keunikan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan studi kasus kualitatif dengan analisis SWOT sederhana pada UMKM kuliner tradisional yang berfokus pada promosi digital dan diversifikasi produk. Abstrak . Pentingnya strategi pengembangan usaha pada UMKM kuliner tradisional di tengah meningkatnya persaingan dan perubahan perilaku konsumen di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi internal dan eksternal UMKM Keripik Tempe Bu Damilah serta merumuskan strategi peningkatan pendapatan dan daya saing melalui promosi digital dan diversifikasi produk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, karyawan, dan konsumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta analisis SWOT kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi digital melalui TikTok, Instagram, dan Google Maps mampu meningkatkan awareness konsumen dan mendatangkan pelanggan baru, meskipun pengelolaannya belum konsisten. Diversifikasi ukuran kemasan dinilai lebih aplikatif dibandingkan penambahan varian rasa karena mampu memperluas segmen pasar tanpa menghilangkan identitas produk. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi promosi digital yang konsisten dan inovasi kemasan dapat menjadi strategi yang realistis untuk meningkatkan daya saing UMKM tradisional. Orisinalitas penelitian terletak pada penggunaan pendekatan studi kasus kualitatif dengan analisis SWOT sederhana pada UMKM kuliner tradisional berbasis promosi digital dan diversifikasi produk.
Copyrights © 2026