Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan dikotomi keilmuan yang memisahkan ilmu agama dan ilmu umum, sehingga melemahkan daya saing lulusan dan koherensi kurikulum. Penelitian ini bertujuan menganalisis ragam paradigma integrasi ilmu - meliputi islamisasi pengetahuan, integrasi-interkoneksi, dan transdisiplinaritas - serta teknik penerapannya dalam pengembangan kurikulum terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis dokumen, kebijakan kurikulum, dan literatur ilmiah terbaru yang dianalisis secara deskriptif-analitis dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga paradigma tersebut memiliki landasan epistemologis berbeda namun saling melengkapi, dengan teknik integrasi yang dapat diklasifikasikan menjadi integrasi substantif, integrasi metodologis, dan integrasi institusional, masing-masing diterapkan melalui strategi seperti penyusunan mata kuliah interdisipliner, pendekatan tematik, dan kolaborasi lintas program studi. Temuan juga menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, dukungan kebijakan institusi, dan desain kurikulum yang fleksibel. Implikasinya, lembaga pendidikan perlu merumuskan kerangka kurikulum terpadu yang adaptif berbasis paradigma integrasi yang relevan dengan konteks dan tujuan kelembagaan masing-masing guna menghasilkan lulusan yang berkarakter dan kompetitif.
Copyrights © 2026