Transformasi pembayaran digital mendorong mahasiswa menggunakan layanan non-tunai, tetapi minat penggunaan e-money belum selalu seragam. Penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi keamanan terhadap minat penggunaan e-money pada mahasiswa aktif Universitas HKBP Nommensen Medan, dengan mobile banking sebagai kanal empiris yang paling dominan berdasarkan pra-riset. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melalui survei kepada 383 mahasiswa aktif pengguna e-money. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS. Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan seluruh indikator memenuhi validitas konvergen karena outer loading berada pada rentang 0,762–0,847 dan nilai AVE seluruh konstruk melebihi 0,50. Nilai Cronbach’s alpha dan composite reliability juga berada di atas 0,70. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kegunaan, kemudahan penggunaan, dan keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan e-money. Temuan ini memperkuat penerapan extended Technology Acceptance Model dalam konteks pembayaran digital mahasiswa. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian extended Technology Acceptance Model pada mahasiswa pengguna pembayaran digital dengan mempertimbangkan dominasi penggunaan mobile banking serta menguji kembali pengaruh persepsi keamanan yang masih menunjukkan inkonsistensi temuan pada penelitian terdahulu.
Copyrights © 2026