Latar Belakang: Konflik dalam organisasi pelayanan kesehatan, khususnya di lingkungan rumah sakit, merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dan memiliki dampak signifikan terhadap kinerja serta kualitas layanan. Perbedaan usia dan lama bekerja perawat diperkirakan turut memengaruhi gaya manajemen konflik yang mereka terapkan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara usia dan lama bekerja perawat dengan gaya manajemen konflik di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 91 perawat ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner demografi dan Rahim Organizational Conflict Inventory-II (ROCI-II). Uji statistik menggunakan Chi-square dan Fisher Exact Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden berusia 30–50 tahun (73,6%) dan memiliki masa kerja 11–20 tahun (46,2%). Gaya manajemen konflik yang dominan digunakan adalah gaya integrating (78,0%) dan compromising (18,7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dan gaya manajemen konflik (p = 0,042), serta antara lama bekerja dan gaya manajemen konflik (p = 0,321), dimana nilai p > 0.05 sehingga secara statistik tidak terdapat antara lama bekerja perawat dengan gaya manajemen konflik. Kesimpulan: Usia perawat berhubungan signifikan dengan gaya manajemen konflik yang diterapkan. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan faktor usia dalam perencanaan pelatihan serta pengelolaan sumber daya manusia keperawatan.
Copyrights © 2026