Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model sosialisasi pemilu di daerah dengan tingkat partisipasi rendah yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Malang pada Pilkada 2020. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah strategi sosialisasi berbasis diferensiasi dimensi sosiologis pemilih, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan sosialisasi, serta dokumen resmi KPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh kecamatan di Kabupaten Malang yang secara konsisten memiliki tingkat partisipasi rendah sejak Pilkada 2010 dan 2015. Meskipun program pendidikan politik tahun 2020 dilakukan, distribusinya tidak merata karena lebih terfokus pada wilayah administratif strategis seperti Kepanjen, sementara kecamatan dengan partisipasi rendah seperti Kalipare dan Sumberpucung tidak mendapat intervensi. Dampaknya, partisipasi politik memang meningkat di hampir semua kecamatan pada Pilkada 2020, tetapi efektivitas pendidikan politik tidak linear dengan jumlah kegiatan yang dilakukan. Faktor lain, seperti kompetisi kandidat dan isu lokal, turut memengaruhi peningkatan partisipasi. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pendidikan politik harus lebih berbasis kebutuhan (need-based policy) agar mampu meningkatkan kualitas partisipasi politik secara merata di seluruh wilayah.
Copyrights © 2026