Penelitian ini mengukur kinerja penanganan stunting di Kabupaten Gresik menggunakan kerangka Span and Depth, yang memandang kinerja kebijakan sebagai hasil interaksi antara capaian makro, kinerja organisasi (meso), pelaksanaan layanan (mikro), dan kapasitas pengendalian lintas sektor (Span). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis data sekunder dokumen perencanaan dan kinerja perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan stunting. Teknik analisis data merujuk pada Creswell & Creswell, yang secara berurutan mencakup proses pengolahan dan persiapan data, pembacaan menyeluruh, analisis koding, penentuan deskripsi dan tema, penyajian data, hingga interpretasi. Pengukuran indikator kinerja dilakukan dengan menganalisis kesenjangan (gap) antara rumusan target kebijakan pada level makro dan meso dengan realita pelaksanaan layanan di lapangan pada level mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level makro, penanganan stunting telah diposisikan sebagai prioritas pembangunan daerah dengan indikator multidimensional. Pada level meso, kinerja diwujudkan melalui indikator kinerja utama lintas dinas sesuai dengan pembagian urusan. Namun, pada level mikro, capaian layanan sektoral belum sepenuhnya berkontribusi terhadap penurunan stunting sebagai outcome bersama. Aspek Span mengungkap adanya fragmentasi program, kelemahan penajaman sasaran, kesenjangan layanan antarwilayah, serta koordinasi lintas OPD yang belum optimal. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan konvergensi kebijakan, integrasi data sasaran, serta penyelarasan kinerja lintas sektor.
Copyrights © 2026