Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga melalui pengaturan kelahiran. Keberhasilan program KB dipengaruhi oleh kualitas konseling yang diberikan kepada akseptor karena konseling membantu pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai dan dapat meningkatkan kepuasan penggunaan kontrasepsi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konseling KB dengan tingkat kepuasan akseptor terhadap penggunaan kontrasepsi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh akseptor KB yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memperoleh konseling KB yang baik (60,0%), dan mayoritas akseptor merasa puas terhadap penggunaan kontrasepsi (66,7%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konseling KB dan tingkat kepuasan akseptor terhadap penggunaan kontrasepsi (p = 0,020). Nilai Odds Ratio (OR = 7,0) menunjukkan bahwa akseptor yang menerima konseling kurang baik memiliki risiko dua kali lebih besar untuk merasa tidak puas dibandingkan akseptor yang menerima konseling baik. Saran: Peningkatan kualitas konseling KB perlu dilakukan melalui komunikasi yang efektif, pemberian informasi yang komprehensif mengenai metode kontrasepsi, serta pelibatan akseptor dalam proses pengambilan keputusan guna meningkatkan kepuasan penggunaan kontrasepsi dan mendukung keberhasilan program KB.Kata Kunci: Keluarga Berencana, Kepuasan Akseptor, Konseling KB, Kontrasepsi
Copyrights © 2026