Latar Belakang: Gangguan pola tidur merupakan masalah yang sering dialami pasien pasca operasi ORIF akibat nyeri, efek anestesi, dan perubahan lingkungan rumah sakit sehingga dapat menghambat proses pemulihan. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada pasien pasca operasi ORIF dengan gangguan pola tidur serta mengevaluasi perubahan kualitas tidur pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien pasca operasi ORIF yang mengalami gangguan pola tidur. Penelitian dilaksanakan selama 3×24 jam pada bulan Februari 2025/2026. Instrumen yang digunakan adalah Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ), analisis data secara deskriptif komparatif berdasarkan perkembangan kondisi pasien dan perubahan skor RCSQ sebelum dan sesudah asuhan keperawatan. Hasil: Pasien 1 skor RCSQ meningkat dari 46 (kategori sedang) menjadi 85 (kategori baik), pasien 2 kedua meningkat dari 50 (kategori sedang) menjadi 88 (kategori baik). Kedua pasien tidur lebih nyenyak, frekuensi terbangun pada malam hari berkurang, dan merasa lebih segar saat bangun pagi. Saran: Perawat disarankan menerapkan intervensi dukungan tidur secara konsisten melalui identifikasi faktor pengganggu tidur, modifikasi lingkungan, peningkatan kenyamanan, edukasi, teknik relaksasi untuk meningkatkan kualitas tidur pasien pasca operasi ORIF.Kata Kunci: Gangguan Pola Tidur, Open Reduction Internal Fixation (ORIF), Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ).
Copyrights © 2026