Bananagih merupakan usaha kuliner di Pameungpeuk Bandung yang memproduksi pisang keju dan pisang coklat. Dalam menjalankan usahanya, Bananagih menghadapi keterbatasan waktu pada proses penggorengan, pemberian topping, dan pengemasan sehingga perencanaan produksi belum optimal dan laba usaha belum maksimal. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi produksi yang menghasilkan laba maksimum. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode simpleks melalui studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi produksi optimal adalah 0 porsi pisang keju dan 40 porsi pisang coklat dengan laba maksimum sebesar Rp240.000 per periode produksi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode simpleks mampu menentukan keputusan produksi yang lebih efisien sesuai dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki sehingga keuntungan usaha dapat dimaksimalkan. Kata kunci: Optimasi Produksi; Metode Simpleks; Perencanaan Produksi; Laba Maksimum; Bananagih
Copyrights © 2026