Motivasi untuk belajar adalah elemen krusial yang memengaruhi prestasi akademik siswa, dan penurunannya berkaitan dengan sikap yang kurang aktif serta rendahnya fokus pada masa depan. Studi kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendorong motivasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Pabelan. Informan peneliti terdiri dari dua Guru BK dan enam siswa kelas X yang dipilih Secara pursosif berdasarkan keterlibatan langsung dalam layanan bimbingan klasikal, konseling individu, dan konseling kelompok, serta berdasarkan catatan Guru BK yang menunjukkan tanda-tanda awal motivasi belajar yang rendah pada siswa-siswa tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, divalidasi dengan triangulasi sumber dan teknik, serta dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Studi awal menunjukkan bahwa sebelum menerima layanan BK, motivasi belajar siswa kelas X biasanya berada dalam kategori rendah, terlihat dari sikap pasif di kelas, seringkali tidak fokus, dan rendahnya minat untuk melanjutkan pendidikan. Hasil studi menunjukkan bahwa Guru BK memiliki peran yang signifikan melalui tiga layanan utama bimbingan klasikal, konseling individual, dan konseling kelompok serta berfungsi sebagai pendorong yang membantu siswa menghadapi kendala belajar dan meningkatkan kepercayaan diri. Setelah mendapatkan layanan tersebut, siswa melaporkan adanya perubahan yang lebih baik dalam hal motivasi, rasa percaya diri, dan partisipasi dalam belajar, meskipun perubahan ini adalah pandangan subjektif siswa dan belum diukur dengan cara kuantitatif.
Copyrights © 2026