Transformasi digital di sektor pertanian menawarkan potensi peningkatan efisiensi dan kualitas pengambilan keputusan, namun tingkat pemanfaatannya oleh petani skala kecil masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi sekaligus mengevaluasi pengalaman pengguna terhadap aplikasi pertanian digital. Metode yang digunakan meliputi pengukuran kepuasan pengguna dengan Customer Satisfaction Index (CSI), evaluasi kinerja atribut menggunakan Importance Performance Analysis (IPA), serta analisis tingkat adopsi berdasarkan kategori difusi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna tergolong sangat tinggi dengan nilai CSI sebesar 86,18%, yang didukung oleh kualitas informasi dan kemudahan penggunaan aplikasi. Namun demikian, analisis tingkat adopsi menunjukkan dominasi kategori late majority dan laggards, yang mengindikasikan bahwa pemanfaatan teknologi belum berlangsung secara luas. Hasil IPA mengindikasikan kinerja aplikasi relatif baik. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara tingkat kepuasan dan tingkat adopsi, yang menunjukkan bahwa kualitas teknologi tidak secara otomatis mendorong percepatan pemanfaatannya. Faktor struktural seperti literasi digital, akses, dan kesiapan pengguna berperan penting dalam proses difusi teknologi. Oleh karena itu, pengembangan aplikasi pertanian digital perlu disertai dengan penguatan ekosistem pendukung agar pemanfaatannya lebih optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026