Wilayah pesisir memiliki peran penting dalam sektor perikanan dan perekonomian masyarakat. Namun, pemanfaatan hasil laut yang kurang optimal serta pengelolaan limbah yang belum berkelanjutan masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat pesisir berdasarkan tingkat pendidikan dan usia, yang mencakup (1) pengolahan limbah dan sampah, (2) pemilihan alat tangkap ikan, serta (3) pengolahan hasil tangkapan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara (kepada pelaku nelayan sebanyak 28 narasumber) dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis konten dengan software NVivo 12 plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dengan tingkat pendidikan menengah (SMP) dan kategori usia dewasa lebih aktif dalam pengelolaan limbah dan sampah. Pada pemilihan alat tangkap ikan, sebagian besar responden berpendidikan SMP dengan kategori usia dewasa menggunakan jaring sebagai alat utamanya. Pengolahan hasil tangkapan laut diolah menjadi ikan asap, didapatkan pada masyarakat berpendidikan SMP dan usia dewasa yang memiliki partisipasi tertinggi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa perilaku masyarakat pesisir dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya perikanan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman hidup, pengetahuan lokal, usia produktif, dan kondisi sosial ekonomi yang berkembang dalam masyarakat pesisir
Copyrights © 2026