Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang dihadapi oleh setiap bangsa, termasuk Indonesia. Bantuan sosial merupakan upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan. Adapun salah satu program yang diusahakan dalam mengentaskan kemiskinan adalah program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun, pemberian dana BPNT memiliki kendala dalam keterbatasan dana yang akan disalurkan, sehingga proses penentuan penerima BPNT masih belum optimal dan cenderung bersifat subjektif yang menimbulkan permasalahan diantara masyarakat terkait penerima BPNT di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang tidak tepat sasaran. Hal ini menyebabkan warga yang lebih layak menerima BPNT tidak memperoleh haknya dan sebaliknya. Dari permasalahan tersebut penelitian ini membangun sistem pendukung keputusan penerima BPNT untuk membantu pihak Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dalam menentukan calon penerimah bantuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Multi-Objective Optimization on the basis of Ratio Analysis (MOORA). Metode MOORA digunakan untuk menentukan ranking dari 12 calon penerima BPNT berdasarkan 4 kriteria dari peraturan mentri yang terdiri dari usia, jumlah tanggungan, pekerjaan dan kondisi rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif sepuluh (A10) mendapatkan nilai preferensi tertinggi sebesar 30.88 kemudian disusul oleh A5, A7, A1, dan A9 yang direkomendasikan sebagai penerima BPNT.
Copyrights © 2026