Ikan tuna adalah sumber daya ikan di Provinsi Bengkulu yang cukup potensial untuk diekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi terhadap hasil tangkapan ikan tuna di perairan Laut Provinsi Bengkulu. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data hasil tangkapan ikan tuna dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu dan data parameter oseanografi diperoleh dari Marine Copernicus yang selanjutnya diolah menggunakan software OpenGrADS, software Panoply, dan ArcMap 10. Analisis dilakukan secara deskriptif, kuantitatif, dan statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil tangkapan ikan tuna terbanyak di perairan Provinsi Bengkulu secara umum terjadi pada musim barat yaitu di Kabupaten Kaur tahun 2023, kecuali di Kabupaten Bengkulu Tengah yang terjadi pada musim peralihan I tahun 2022. Di Kabupaten Kaur hasil tangkapan ikan tuna sebesar 39,6 ton dengan kecepatan angin 4,43 m/s, kecepatan arus 0,23 m/s, suhu permukaan laut 28,33 °C, salinitas 33 psu, dan klorofil-a 0,13 mg/m³. Untuk di Kabupaten Bengkulu Tengah hasil tangkapan ikan tuna sebesar 8,67 ton dengan kecepatan angin 1,35 m/s, kecepatan arus sebesar 0,08612 m/s, suhu permukaan laut 30°C, salinitas 33 psu, dan klorofil-a 2,07 mg/m³. Hasil tangkapan ikan tuna terendah terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah pada musim peralihan II tahun 2018 sebesar 2 ton dengan kecepatan angin 1,01 m/s, kecepatan arus sebesar 0,09 m/s, suhu permukaan laut 28,33 °C, salinitas 34 psu, dan klorofil-a 2,37 mg/m³. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh bahwa hubungan hasil tangkapan ikan tuna berkorelasi kuat terhadap arus, suhu permukaan laut, salinitas, dan klorofil-a dengan rentang nilai R sebesar 0,59 – 0,99 untuk setiap musim di perairan laut Bengkulu Utara, Kaur, Kota Bengkulu, dan Bengkulu Tengah.
Copyrights © 2026