Dikediri saat ini terdapat sekitar 200 pengrajin tahu. Jadi sudah 1500 liter limbah cair tahu terbuang setiap harinya. Selain limbah cair tahu di masyarakat kita sering melihat serabut kelapa yang kurang dimanfaatkan. Hanya dibuat sapu lantai, wadah tanaman anggrek. Oleh karena itu peneliti akan mencampurkan dua material dari alam tersebut untuk menjadi material baru berupa biokomposit. Adapun langkah pembuatanya dengan membuat matrik terlebih dahulu dari limbah cair tahu di campur dengan gliserol 10%. Dan temperature glatinasi 700C .
Kemudian hasil dari pencampuran ketiga material tersebut di uji tarik. Sedangkan pada biokomposit fraksi volume 45% serabut kelapa, 10% gliserol dan, 45% limbah cair tahu memiliki kekuatan tarik optimum sebesar 4,744 MPa. Ketika perbandingan fraksi volume sebesar 75% serabut kelapa, 10% gliserol dan, 15% limbah cair tahu, menghasilkan kekuatan tarik rata-rata terendah yaitu 1,187 MPa. Oleh karena itu biokomposit yang bermatrik limbah cair tahu dan gliserol serta berserat serabut kelapa masih mempunyai kekuatan tarik yang lebih besar dibandingkan dengan kekuatan tarik poliesterene yang biasa digunakan kemasan makanan yang mempunyai kekuatan tarik 3,27 MPa
Copyrights © 2017