Jurnal Teknik Mesin (JTM)
Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Volume 6, No.2 (2017)

The PENGARUH TEKANAN ALIRAN MESIN PENDINGIN PADA MESIN LAS TITIK TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN MAKROSTRUKTUR GALVALUM DENGAN SCFC

wahyususanto, riswaneko (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2017

Abstract

Abstrak   Mesin las titik yang beraneka jenis memungkinkan digunakan untuk dilakukannya penggabungan material, yang lebih dikenal dengan sebutan “Welding”. Dalam perkembangannya mesin las titik yang digunakan memiliki kendala baik optimalisasi mesin maupun masalah yang berhubungan dengan material-material tertentu yang menggunakan mesin tersebut. Sebagai contoh masalah yang muncul pada mesin diantaranya mesin kurang optimal apabila digunakan  dalam keadaan terlalu panas dan untuk material galvalum dengan paduan tertentu tidak dapat di lakukan pengelasan. Penelitian ini menggunakan metode true experimental research. Dengan Parameter terdiri variabel bebas variasi tekanan aliran pendinginan pada (tekanan 10 psi, tekanan 20 psi, dan tekanan 30 psi). Sedangkan variabel terikat dan variabel kontrolnya masing-masing pada: kuat arus pengelasan 8, resistensi 4, dan pelat galvalum tebal 0,4 mm. Kekuatan tarik dengan menggunakan mesin Universal Testing Mesin WDW-20E. Sedangakn pengujian visual untuk mendapatkan makrostruktur dari galvalum. Hasil yang diperoleh dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa semakin tinggi tekanan aliran pendinginan maka kekuatan tariknya semakin meningkat dan diikuti juga meningkatnya kekuatan gesernya dengan kekuatan tarik maksimal 0,61 Mpa dan kekuatan pada tekanan aliran pendinginan 30 Psi, sedangkan kekuatan terendah untuk kekuatan tarik 0,34 Mpa pada tekanan aliran pendinginan 10 Psi. Dimana kekuatan tarik lebih tinggi dengan tingkat linieritas grafik tarik sebesar 0,9999. Sedangkan pada makrostruktur menunjukkan ikatan inti terpusat pada bagian tengan las titik dan awalan patahan sambungan diawali darisisi kanan dan kiri dari penampang tarikan.

Copyrights © 2017