Perkembangan komunikasi digital mendorong munculnya fenomena pria dewasa yang aktif memproduksi konten koleksi diecast Hot Wheels di media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik komunikasi digital melalui hunting vlog, unboxing, dan review menjadi bentuk pemenuhan inner child pada pria dewasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dalam paradigma interpretatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima kolektor pria dewasa yang aktif membuat konten digital, observasi non-partisipatif pada International Diecast Show 2026 (IDS 2026), serta dokumentasi konten di YouTube, Instagram, dan TikTok. Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan konsep komunikasi digital, brand engagement, user-generated content (UGC), dan inner child. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang utama bagi kolektor untuk mengekspresikan hobi dan identitas diri. Produksi konten digital tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi koleksi, tetapi juga sebagai sarana menghadirkan kembali pengalaman emosional masa kecil yang belum terpenuhi. Para informan memaknai aktivitas tersebut sebagai bentuk pemenuhan inner child yang kini dapat diwujudkan secara mandiri di usia dewasa. UGC yang dihasilkan memiliki dimensi informatif, emosional, dan eksperiensial serta memperkuat keterlibatan mereka terhadap merek Hot Wheels. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik komunikasi digital kolektor Hot Wheels merupakan bentuk nyata pemenuhan inner child yang dimediasi oleh ruang publik digital dan diterima dalam komunitas kolektor.
Copyrights © 2026