Perkembangan teknologi komunikasi digital telah memungkinkan individu untuk mempertahankan hubungan interpersonal meskipun terpisah oleh jarak fisik, termasuk dalam konteks long distance relationship (LDR). Namun, keterpisahan fisik menghadirkan tantangan tersendiri dalam membangun dan mempertahankan rasa kehadiran pasangan (sense of presence). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pasangan LDR memaknai, membangun, dan mempertahankan sense of presence melalui komunikasi digital, serta bagaimana peran pemilihan dan penggunaan media komunikasi digital dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang sedang menjalani hubungan LDR. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan Social Presence Theory sebagai kerangka teoretis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of presence tidak ditentukan oleh intensitas komunikasi semata, melainkan oleh kualitas keterlibatan emosional yang dirasakan, seperti perhatian, empati, dan responsivitas pasangan. Media komunikasi digital berperan sebagai fasilitator kehadiran sosial, di mana media yang lebih kaya seperti panggilan suara dan video call dinilai lebih efektif dalam menghadirkan kehadiran emosional dibandingkan pesan teks. Meskipun demikian, komunikasi berbasis teks tetap berperan penting dalam menjaga kontinuitas hubungan melalui rutinitas sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keterlambatan respons, miskomunikasi, dan keterbatasan isyarat nonverbal dapat mengurangi sense of presence. Pasangan LDR mengatasi keterbatasan tersebut melalui strategi adaptif, seperti peralihan media dan negosiasi pola komunikasi. Dengan demikian, sense of presence dalam hubungan LDR dapat dipahami sebagai proses relasional yang dinamis, di mana teknologi, emosi, dan makna interpersonal saling berinteraksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian komunikasi interpersonal bermediasi serta pemahaman praktis bagi pasangan LDR dalam memanfaatkan media komunikasi digital secara lebih bermakna.
Copyrights © 2026