Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) merupakan isu strategis yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dalam situasi tersebut, komunikasi publik menjadi elemen penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, transparan, dan tepat waktu sehingga dapat mengurangi ketidakpastian dan mencegah kepanikan. Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas komunikasi publik pemerintah dalam penanganan kelangkaan BBM di Provinsi Sumatera Utara melalui pendekatan literature review. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan publikasi yang membahas komunikasi publik, komunikasi krisis, serta implementasi kebijakan di sektor energi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi publik dipengaruhi oleh kecepatan penyampaian informasi, konsistensi pesan, transparansi data, koordinasi antarlembaga, dan pemanfaatan media digital. Sebaliknya, informasi yang tidak konsisten atau terlambat dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat dan panic buying, yang justru memperburuk gangguan distribusi. Artikel ini menawarkan model komunikasi publik berbasis kolaborasi pemerintah, badan usaha energi, media massa, dan masyarakat sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas penanganan krisis energi di tingkat daerah. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperkuat tata kelola komunikasi publik pada situasi krisis.
Copyrights © 2026