Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, struktur, dan karakteristik pantun sebagai media komunikasi budaya, serta mengidentifikasi proses transmisi nilai budaya Sunda melalui interaksi lisan antara pamenter dan audiens. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan etnografi komunikasi, melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara mendalam, serta analisis semiotik untuk memahami makna simbolik dalam struktur naratif pantun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun memiliki struktur naratif berlapis yang menyampaikan pesan spiritual, etika sosial, penghormatan terhadap alam, dan nilai kebersamaan. Namun, ditemukan adanya hambatan komunikasi dengan generasi milenial serta kesenjangan interpretasi budaya akibat keterbatasan literasi simbolik. Makna penelitian ini menekankan perlunya strategi revitalisasi berbasis teknologi, seperti pengarsipan digital, pengembangan konten audiovisual, kolaborasi lintas generasi, dan integrasi dalam pendidikan budaya lokal. Penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa Pantun Buhun Ayi Basajan tetap relevan sebagai media komunikasi budaya, tetapi memerlukan adaptasi agar keinginannya terjamin di masa depan.
Copyrights © 2026