Transformasi digital mendorong perbankan syariah untuk menghadirkan layanan berbasis teknologi guna mempertahankan daya saing. Namun, bank syariah menghadapi tantangan besar dari penetrasi fintech konvensional yang mendominasi pasar nasabah muda melalui insentif ekonomi instan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor memiliki dampak signifikan bagi Generasi Z, baik dalam tahap adopsi awal maupun dalam membangun loyalitas jangka panjang terhadap terhadap produk digital bank syariah. Guna mengatasi keterbatasan riset terdahulu yang mayoritas menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) secara parsial dan hanya berfokus pada minat penggunaan awal, penelitian ini mengintegrasikan aspek teknis fungsional dengan dimensi nilai keagamaan dan sosial. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini meliputi kualitas aplikasi, kemudahan penggunaan (perceived ease of use), keamanan data, religiusitas, pengaruh teman sebaya (peer influence), serta citra merek (brand image) bank syariah. Keberbaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada integrasi model konseptual yang menghubungkan penerimaan teknologi dengan perilaku spesifik konsumen Muslim Generasi Z yang dikenal memiliki loyalitas merek yang dinamis dan cenderung rendah. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus bahan evaluasi strategis bagi Bank Syariah Indonesia (BSI) dan industri perbankan syariah lainnya dalam merumuskan sharia value proposition serta mengoptimalkan layanan digital yang sesuai dengan karakteristik unik Generasi Z.
Copyrights © 2026