Abstrak— Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magetan mengelola aset TIK untuk mendukung e-Government, namun prosedur peminjaman antarunit kerja/OPD masih konvensional. Kondisi ini menyebabkan birokrasi persetujuan yang lambat 2–3 hari, tumpang tindih jadwal, dan tidak adanya kontrol dinamis untuk mendeteksi keterlambatan pengembalian Barang Milik Daerah (BMD). Penelitian ini merancang aplikasi monitoring peminjaman aset berbasis web dengan fitur deteksi keterlambatan secara dinamis menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Sistem dikembangkan dengan Laravel 10, PHP 8.1+, dan MySQL 8.0, serta disimulasikan pada intranet lokal sesuai kebijakan keamanan data pemerintah. Kebaruan terletak pada mekanisme otomasi perubahan status 'Terlambat' berbasis kueri dinamis di layer aplikasi yang dievaluasi setiap modul diakses, bukan scheduler atau database trigger. Pendekatan ini dilengkapi dengan audit trail tb_otomasi_keterlambatan untuk menjamin akuntabilitas BMD sesuai Perda Kabupaten Magetan No. 1 Tahun 2021. Pengujian menggunakan Requirements Traceability Matrix (RTM) dan Blackbox Testing 19 skenario menunjukkan tingkat keberhasilan fungsional 100%. Sistem mampu mengubah proses manual menjadi real-time, memvalidasi stok otomatis, dan mencatat keterlambatan tanpa intervensi admin. Disimpulkan bahwa aplikasi layak diadopsi untuk digitalisasi tata kelola aset pemerintah daerah karena telah memenuhi kebutuhan fungsional, teknis, dan operasional. Kata Kunci— Monitoring Peminjaman Aset, Kueri Dinamis, Rapid Application Development, Laravel, Blackbox Testing.
Copyrights © 2026