Abstrak— Bahasa Jepang merupakan bahasa asing dengan jumlah peminat yang sangat tinggi. Namun, diperlukan pendekatan pembelajaran non-konvensional yang lebih interaktif, yaitu metode pembelajaran imersif untuk mendorong akuisisi kosakata bahasa Jepang yang lebih efektif. Untuk mendukung hal tersebut, dikembangkan aplikasi pembelajaran bahasa Jepang berbasis Android dengan backend microservices terdistribusi pada infrastruktur cloud. Penelitian dilakukan melalui tahapan studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian sistem. Microservices terdiri atas enam layanan yang diimplementasikan menggunakan bahasa Go dan Python dengan model automatic speech recognition. Implementasi dilakukan dalam lingkungan Cloud, memanfaatkan layanan seperti AWS EC2, RDS, S3, dan CloudAMQP. Deployment microservices dilakukan melalui Docker dan Kubernetes dengan mendistribusikan layanan ke tiga node. Hasil uji fungsional menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai rancangan. Pengujian performa menunjukkan bahwa arsitektur terpusat unggul pada sebagian besar metrik performa dan efisiensi sumber daya, sedangkan arsitektur terdistribusi mampu menurunkan penggunaan GPU dan VRAM. Dalam uji kelayakan sistem, diperoleh tingkat character error rate transkripsi sebesar 8,0905% dan skor penerimaan pengguna sebesar 93,2% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem mampu mendukung pembelajaran bahasa Jepang imersif. Kata kunci— pembelajaran bahasa Jepang imersif, microservices, sistem terdistribusi, infrastruktur cloud, aplikasi Android.
Copyrights © 2026