ABSTRAK Pangan fungsional merupakan pangan yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber zat gizi, tetapi juga memberikan manfaat fisiologis tambahan bagi kesehatan, salah satunya melalui aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan minuman teh herbal berbasis bahan lokal berupa bunga telang, jahe, dan daun pandan, serta menentukan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan acak lengkap dan pendekatan mixture design. Bahan herbal segar dibersihkan, dikeringkan, dan diformulasikan ke dalam beberapa kombinasi proporsi, kemudian diseduh dan dianalisis aktivitas antioksidannya berdasarkan persentase penangkapan radikal bebas DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi optimal teh herbal diperoleh pada komposisi 20% bunga telang, 60% jahe, dan 20% daun pandan dengan nilai aktivitas antioksidan sebesar 82,59%. Nilai desirability sebesar 0,916 menunjukkan kesesuaian yang sangat baik antara hasil optimasi dan kriteria yang ditetapkan, sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 50,71% menunjukkan bahwa model cukup mampu menjelaskan variasi respon aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan yang tinggi pada formulasi optimal dipengaruhi oleh peran senyawa bioaktif dari masing-masing bahan herbal yang bekerja secara sinergis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi bunga telang, jahe, dan daun pandan berpotensi dikembangkan sebagai minuman teh herbal fungsional berbasis bahan lokal dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Kata kunci: pangan fungsional, teh herbal, aktivitas antioksidan, DPPH, mixture design.
Copyrights © 2025