Penelitian ini mendeskripsikan, menganalisis dan interpretasi upaya Bawaslu Samarinda meningkatkan Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Walikota Samarinda. Data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, keabsahan data diuji dengan derajat kepercayaan, keahlian, ketergantungan, dan kepastian. Hasilnya, bahwa Bawaslu Samarinda meningkatkan pengawasan partisipatif melalui kegiatan diantaranya: Pertama Pengawasan partisipatif berbasis teknologi informasi melalui aplikasi. Kedua Melalui Forum Warga Pengawasan Pemilu. Ketiga Melalui Pengawasan Pengelolaan Media Sosial. Keempat Melalui Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu. Kelima Melalui Kuliah Kerja Nyata. Keenam Pojok Pengawasan, sejenis meja informasi, pojok ini juga digunakan menerima Laporan atau Permohonan Sengketa Pemilu. Ketujuh Melalui Sekolah Kader Pengawas Pemilu. Kedelapan Sosialisasi Goes To Campus bertema “Matamu Awasi Pilwali Samarinda”. Adapun kendala upaya peningkatan partisipatif adalah: Tokoh masyarakat dan/atau pemilih masih apatis, pragmatis terhadap pentingnya pengawasan partisipatif; Kekuatiran pemilih saat menjadi pelapor takut tidak aman karena ancaman, faktor anggaran untuk menyebarluaskan sosialisasi, setidaknya ini faktor kendala sehingga partisipasi mengawasi menurun.
Copyrights © 2026