Dakwah komunitas saat ini banyak dikembangkan oleh pengelola dakwah karena komunitas umumnya memiliki preferensi khusus yang lebih memudahkan proses dakwah bila dipahami dengan baik. PKK merupakan komunitas sosial formal yang hampir selalu ada di kehidupan masyarakat Indonesia. PKK dapat mengembangkan banyak kegiatan, salah satunya adalah pengajian (majelis taklim). Faktanya, pengajian yang diselenggarakan PKK dapat mengalami stagnansi karena model dakwah yang monoton dan kurangnya variasi kegiatan. Utamanya karena kegiatan pengajian tidak didesain berpijak pada kebutuhan jamaah. Bila program dakwah komunitas PKK tersebut dikembangkan, maka dapat menunjang keberhasilan dakwah di masyarakat. Studi ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Tinjauan teori yang digunakan adalah konsep atribut dan tingkatan produk dalam pemasaran. Temuan studi ini merekomendasikan bentuk kegiatan yang relevan diterapkan dalam komunitas pengajian PKK meliputi kegiatan pembacaan yasin dan tahlil, tausiyah agama dengan tema-tema yang lebih dibutuhkan untuk pemecahan masalah jamaah. Wisata religi untuk mendapatkan manfaat refreshing sekaligus mendapatkan wawasan keislaman baru serta pemberian insentif sederhana untuk menaikkan minat dan partisipasi jamaah.
Copyrights © 2026