Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berperan langsung dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, khususnya pada pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes melitus. Kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien diabetes melitus terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Prof. Dr. Harsinen Sanusi Makassar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan penilaian secara kuantitatif. Kepuasan dinilai berdasarkan lima dimensi yaitu bukti fisik (tangible), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan keandalan (reliability). Hasil penelitian didapatkan kepuasan responden yakni tangible (79,0%) sangat puas, responsiveness (82,17%) sangat puas, assurance (91,00%) sangat puas, emphaty (85,83%) sangat puas, dan reliability (87,50%) sangat puas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pasien diabetes melitus merasa sangat puas (85,10%) terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Prof. Dr. Harsinen Sanusi Makassar. Kata kunci: Kepuasan pasien, Diabetes Melitus, Pelayanan Kefarmasian, Klinik
Copyrights © 2026