Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai seberapa baik gel ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L.) menghambat perkembangan bakteri Staphylococcus aureus. Preparasi gel dengan kekuatan ekstrak yang berbeda yaitu 5%, 7%, dan 9% dibuat setelah ekstrak daun melinjo disiapkan menggunakan prosedur maserasi dengan pelarut etanol 96%. Dengan menggunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan basis gel sebagai kontrol negatif, aktivitas antibakteri dinilai menggunakan teknik difusi cakram pada media Nutrient Agar (NA) yang telah diinfeksi dengan mikroorganisme uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Staphylococcus aureus dapat dihambat oleh gel ekstrak daun melinjo pada konsentrasi berapa pun. Dengan diameter zona inhibisi rata-rata 16,5 mm, formula gel dengan kandungan ekstrak 9% menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik, termasuk dalam kategori kuat. Oleh karena itu, pada konsentrasi ideal 9%, formulasi gel ekstrak daun melinjo berpotensi menjadi agen antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Keywords: Tanaman melinjo (gnetum gnemon L); ekstrak; sediaan gel; aktivitas antibakteri.
Copyrights © 2026