The development of modern economic transactions presents new legal problems that cannot be fully addressed by classical fiqh, necessitating contextual collective ijtihad (ijtihād jamā‘ī). This study aims to identify the ijtihad methods employed by the Bahthul Masail Institution (LBM) of PCNU Jember in deciding economic issues and to understand the institution’s response to these problems. The research employs a qualitative approach using participant observation, in-depth interviews, and documentation, analyzed through Miles and Huberman’s framework. The findings reveal that out of 25 decisions made by LBM PCNU Jember, 4 issues (16%) pertain to the economic field, including street charity collection, proposal business practices, responsibility for foundation business losses, and zakat on capital derived from loans. The ijtihad methods applied follow the procedures of school-bound ijtihad (taqlīd madhhab) through qaul, taqrīr jama‘ī, ilḥāq, and istinbāṭ jama‘ī, referencing Syafi‘i and Hanbali fiqh books as well as legal maxims. In conclusion, LBM PCNU Jember implements selective and contextual collective ijtihad but faces documentation challenges. It is recommended to strengthen documentation systems and develop more responsive istinbāṭ jama‘ī methods to address contemporary economic dynamics. Perkembangan transaksi ekonomi modern menghadirkan problematika hukum baru yang tidak dapat dijawab secara tuntas oleh fikih klasik, sehingga diperlukan ijtihad kolektif (ijtihad jama’i) yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode ijtihad yang digunakan oleh Lembaga Bahthul Masail (LBM) PCNU Jember dalam memutuskan permasalahan ekonomi serta bagaimana respons lembaga terhadap problematika tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui langkah-langkak Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 keputusan LBM PCNU Jember, 4 masalah (16%) berada di bidang ekonomi, meliputi penarikan amal jariyah, bisnis proposal, tanggung jawab pengelolaan usaha yayasan, dan zakat dari modal hutang. Metode ijtihad yang digunakan mengacu pada prosedur bermazhab secara qaul, taqrīr jama’i, ilḥāq, dan istinbāṭ jama’i dengan merujuk pada kitab-kitab fikih Syafi’i, Hanbali, serta kaidah-kaidah fikih. Kesimpulannya, LBM PCNU Jember menerapkan ijtihad jama’i yang selektif dan kontekstual, namun masih menghadapi kendala dokumentasi. Direkomendasikan penguatan sistem dokumentasi dan pengembangan metode istinbāṭ jama’i yang lebih responsif terhadap dinamika ekonomi kontemporer.
Copyrights © 2017