Globalization imposes significant pressures on educational institutions such as STAIN Jember, affecting the productivity of lecturers and staff due to unmanaged work stress. This study aims to examine the influence of religiosity and emotional intelligence on work stress among lecturers and staff at STAIN Jember. Using a quantitative approach, data were collected through psychological scales from 44 subjects selected by random and purposive sampling and analyzed using simultaneous regression. The results show that religiosity significantly influences work stress (r=0.504; p<0.05) with an effective contribution of 23.6%, and emotional intelligence also significantly influences work stress (r=0.527; p<0.05) with an effective contribution of 26.1%. This study concludes that higher religiosity and emotional intelligence are associated with lower work stress. It is recommended that institutions develop spiritual enhancement programs and emotional intelligence training to reduce employee work stress. Globalisasi menimbulkan tekanan besar pada institusi pendidikan seperti STAIN Jember yang berdampak pada produktivitas dosen dan karyawan akibat stres kerja yang tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh religiusitas dan kecerdasan emosi terhadap stres kerja pada dosen dan karyawan STAIN Jember. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui skala psikologi dari 44 subjek yang dipilih secara random dan purposive sampling, lalu dianalisis dengan regresi simultan. Hasil menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh signifikan terhadap stres kerja (r=0,504; p<0,05) dengan sumbangan efektif 23,6%, dan kecerdasan emosi juga berpengaruh signifikan (r=0,527; p<0,05) dengan sumbangan efektif 26,1%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi religiusitas dan kecerdasan emosi, semakin rendah stres kerja, sehingga direkomendasikan bagi institusi untuk mengembangkan program penguatan spiritual dan pelatihan kecerdasan emosi guna menurunkan stres kerja karyawan.
Copyrights © 2018