Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko kegagalan tertinggi dari komponen-komponen mesin penggiling daging dengan menggunakan metode failure mode and effects analysis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan rancangan penelitian kuantitatif yang digunakan untuk menentukan nilai risk priority number (RPN) dengan melakukan pembobotan terhadap nilai tingkat keparahan (severity), tingkat kejadian (occurance) dan tingkat deteksi (detection). Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh lima kegagalan yang terjadi pada rangkaian mesin penggiling daging selama kegiatan proses produksi berlangsung dengan tiga komponen yang memiliki nilai risiko kegagalan tertinggi sehingga komponen tersebut mendapatkan prioritas dalam proses perbaikan. Komponen yang memiliki nilai risiko kegagalan tertinggi diantaranya yaitu (1) as poros dengan nilai risk priority number sebesar 240, (2) vanbelt dengan nilai risk priority number sebesar 180, dan (3) bearing dengan nilai risk priority number sebesar 168.
Copyrights © 2026