Perkembangan industri kreatif di Indonesia mendorong pelaku usaha untuk membangun identitas merek yang kuat dan adaptif agar mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif. Batik Peneleh sebagai salah satu usaha batik tulis di Surabaya masih menghadapi berbagai kendala dalam penguatan identitas merek, seperti desain logo yang terlalu kompleks, kemasan yang kurang optimal, serta rendahnya tingkat pengenalan merek di masyarakat. Hasil observasi dan kuesioner menunjukkan bahwa tingkat brand awareness terhadap Batik Peneleh masih relatif rendah, sehingga identitas visual dan strategi branding yang diterapkan dinilai belum berjalan secara maksimal. Perancangan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui metode Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan studi literatur terhadap merek sejenis. Hasil analisis menunjukkan perlunya penyederhanaan elemen visual serta peningkatan konsistensi identitas merek agar lebih mampu merepresentasikan karakter Batik Peneleh yang berbasis budaya lokal dan memiliki nilai edukatif. Hasil perancangan berupa identitas visual baru yang mencakup logo, warna, tipografi, serta berbagai media pendukung branding yang dirancang lebih sederhana, modern, dan fleksibel untuk berbagai media promosi. Pembaruan identitas visual ini diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, memperkuat citra Batik Peneleh sebagai batik khas Surabaya, serta memperluas jangkauan pasarnya.
Copyrights © 2026