Penelitian ini menganalisis efektivitas sistem manajemen pendidikan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam mencetak pemimpin maritim melalui integrasi kepemimpinan transformasional pada kurikulum. Menggunakan desain kualitatif deskriptif-analitis berbasis data sekunder (yang mencakup publikasi resmi kementerian, statistik lembaga internasional, serta literatur akademik terindeks) analisis dilakukan melalui pendekatan dokumen dan konten terarah dengan merujuk pada kerangka Full Range Leadership Model. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pendidikan TNI AL tengah menghadapi tiga tekanan utama: kompresi masa pendidikan dasar akademi menjadi tiga tahun akibat regulasi terbaru, penurunan proporsi anggaran matra laut, serta kesenjangan kualifikasi akademik tenaga pendidik. Di sisi lain, uji literatur melalui meta-analisis mengonfirmasi korelasi kuat antara gaya kepemimpinan transformasional dengan tingkat kepuasan pengikut (ρ = 0,71) serta efektivitas pemimpin (ρ = 0,64). Sebagai solusi praktis, penelitian ini merekomendasikan kemitraan sipil-militer yang merujuk pada model Singapura, investasi pada teknologi simulasi imersif, serta standardisasi kompetensi tenaga pendidik. Secara keseluruhan, makalah ini menawarkan nilai kebaruan dengan mengintegrasikan analisis reformasi pendidikan militer maritim bersama bukti meta-analitis efektivitas kepemimpinan di tengah konstelasi dinamika anggaran pertahanan regional.
Copyrights © 2026