Perilaku prososial adalah tindakan sukarela yang ditujukan untuk memberi manfaat atau bantuan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Sementara, kepribadian narsistik mengacu pada pola kepribadian yang ditandai dengan rasa superioritas, kebutuhan akan pengakuan, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian narsistik dengan perilaku prososial dalam berdonasi pada dewasa awal di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan partisipan sebanyak 208 orang berusia 20–40 tahun yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank, diketahui bahwa dimensi yaitu altruistic, compliant, emotional dan dire menunjukkan hasil tidak signifikan, sehingga keempat hipotesis tersebut ditolak. Sementara itu, dimensi public (r = 0,361; p = 0,000) dan anonymous (r = -0,366; p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa dimensi public memiliki hubungan positif, artinya semakin tinggi kecenderungan narsistik individu maka semakin tinggi pula perilaku menolong yang ditampilkan di depan publik. Sebaliknya, dimensi anonymous memiliki hubungan negatif, yang berarti semakin tinggi narsisme maka semakin rendah kecenderungan menolong secara anonim. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran diri dewasa awal terkait motif menolong, dukungan lingkungan sosial dan pendidikan dalam menumbuhkan perilaku prososial yang lebih tulus.
Copyrights © 2026