Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan Toksik dan Job Crafting terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (Organizational Citizenship Behavior/OCB) dengan Komitmen Organisasi sebagai variabel mediasi di antara karyawan Rumah Sakit Spesialis Paru UPTD Sumatera Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perilaku sukarela karyawan (OCB) dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, yang dipengaruhi oleh persepsi gaya kepemimpinan dan cara karyawan menyesuaikan pekerjaan mereka (job crafting). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 140 responden, yang terdiri dari karyawan rumah sakit tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Instrumen penelitian dinyatakan valid berdasarkan uji outer loading (≥ 0,7) dan Average Variance Extracted (AVE > 0,5), serta reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability di atas 0,7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Job Crafting memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi (Sampel Asli 0,505; Nilai P 0,000) dan Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (OCB) (Sampel Asli 0,585; Nilai P 0,000). Selain itu, Komitmen Organisasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap OCB (Sampel Asli 0,240; Nilai P 0,004). Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa Kepemimpinan Toksik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi (Sampel Asli 0,196; Nilai P 0,016), tetapi tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap OCB (Nilai P 0,839). Uji mediasi menunjukkan bahwa Komitmen Organisasional bertindak sebagai mediator parsial dalam hubungan antara Job Crafting dan OCB, sedangkan dalam hubungan antara Kepemimpinan Toksik dan OCB, Komitmen Organisasional berfungsi sebagai mediator penuh. Studi ini menyimpulkan bahwa upaya karyawan untuk menyesuaikan dan membentuk pekerjaan mereka (job crafting) secara langsung meningkatkan perilaku positif di tempat kerja, sementara dampak Kepemimpinan Toksik terhadap OCB sepenuhnya bergantung pada sejauh mana hal itu memengaruhi komitmen karyawan terhadap organisasi.
Copyrights © 2026