Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi musik mahasiswa, di mana Spotify tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana regulasi emosi. Di tengah hal tersebut, munculnya isu boikot terhadap Spotify memunculkan dinamika sikap mahasiswa yang dipengaruhi oleh paparan informasi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman subjektif mahasiswa dalam menggunakan Spotify serta memahami proses pengambilan keputusan mereka dalam merespons isu boikot digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spotify berperan penting dalam membantu mahasiswa mengelola emosi dan mendukung aktivitas akademik. Namun, isu boikot yang berkembang memunculkan respons yang beragam. Mulai dari mendukung, bersikap netral, hingga tetap menggunakan platform karena faktor kenyamanan dan kebiasaan. Temuan ini menunjukkan adanya ketegangan antara pertimbangan etis dan kebutuhan praktis. Secara fenomenologis, keputusan mahasiswa bersifat dinamis dan merupakan hasill negosiasi antara pengalaman penggunaan dan kesadaran moral.
Copyrights © 2026