Perkembangan wisata berbasis pengalaman mendorong meningkatnya minat terhadap destinasi wisata edukasi yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pembelajaran dan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman wisata edukasi interaktif pengunjung di Animal Science Center (Animalium) Cibinong sebagai destinasi wisata berbasis sains dan konservasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian terdiri atas pengunjung dan pihak pengelola yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman wisata edukasi interaktif pengunjung terbentuk melalui pengalaman edukatif, emosional, sosial, dan reflektif. Faktor utama yang memengaruhi pengalaman tersebut meliputi media edukatif, interaksi dengan petugas, desain exhibit, dan motivasi kunjungan pengunjung. Pengalaman interaktif yang diperoleh pengunjung juga berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran konservasi terhadap satwa dan lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Animalium memiliki potensi sebagai destinasi wisata edukasi berbasis sains dan konservasi yang mampu mendukung pembelajaran informal serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026